Dikisahkan, seseorang mendatangi Abdullah bin Amru, meminta agar ia dijodohkan dengan putrinya. Abdullah menjawab, “Insya Allah”, sebuah kalimat mengambang; bukan sebuah persetujuan, juga bukan penolakan.

Setelah berselang lama, Abdullah jatuh sakit, yang kemudian menghantarnya menemui ajal. Ia berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Carilah Fulan. Dulu, aku pernah mengatakan padanya sesuatu tentang putriku, yang menyerupai janji (ucapan yang bukan mengandung makna persetujuan, juga bukan penolakan). Karena aku tidak ingin Allah mencampakkan sepertiga tanda kemunafikan pada diriku, maka saksikanlah, hari ini kunikahkan ia dengan putriku”.

Abdullah ingin menghindari sifat ingkar janji, yang menjadi salahsatu sifat munafik. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tanda munafik ada tiga: kalau berkata, berdusta; kalau berjanji, menyelisihi; kalau diberi amanat, berkhianat”.