Ummul Mukminin, Shafiyah binti Huyay memiliki seorang budak perempuan. Suatu hari, si budak menghadap Amirul Mukminin, Umar bin Khattab, menceritakan bahwa Shafiyah mengagungkan hari Sabtu (hari istimewa bagi Yahudi), dan sering berkunjung kepada orang-orang Yahudi. Setelah dilapori demikian, Umar meminta kehadiran Shafiyah. Setelah datang, Umar meminta klafirikasi tentang laporan si budak.

Shafiyah menjelaskan, semenjak masuk Islam, ia tidak lagi mengagungkan hari Sabtu. Baginya, Allah telah memberi ganti yang lebih baik, yakni hari Jum’at. Adapun kebiasaan mengunjungi orang-orang Yahudi, hanya sebatas menyambung silaturahmi dengan mereka.

Selesai menghadap Amirul Mukminin, Shafiyah pulang ke rumah. Ia menemui si budak, menanyakan sebab si budah menuduhnya yang bukan-bukan. Budak itu mengakui, ia telah digoda setan.

Namun Shafiyah justru menerima perlakuan buruk dari budaknya ini. Ia malah membalas si budak dengan kebaikan. Ia memaafkan si budak, dan berkata, “Pergilah. Hari ini kamu kumerdekakan”.