Dalam perang Badar, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk merumuskan taktik dan strategi tempur. Dari kalangan Muhajirin, Abu Bakar dan Umar telah memberikan pendapatnya.

Rasulullah ingin mendengar pendapat orang-orang Anshar—mengingat, mereka dulu pernah berjanji untuk membela dan menolong dakwah beliau. Maka berdirilah seseorang dari mereka, bernama Al-Miqdad bin Amru ra. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, lakukanlah apa saja yang Allah perintahkan kepadamu, niscaya kami selalu setia bersamamu. Kami akan selalu setia bertempur bersamamu, sampai Allah memberikan kemenangan kepadamu”.

Disusul kemudian oleh seorang bernama Sa’d bin Mu’adz, yang berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah beriman dan membenarkanmu. Kami juga telah bersaksi, bahwa apa yang datang darimu adalah Al-Haq (kebenaran). Kami telah berikan sumpah dan janji setia kami kepadamu. Berbuatlah sesukamu, kami akan selalu setia menyertaimu. Bawalah kami menuju berkah Allah”.

Ucapan dua sahabat Anshar itu melegakan hati Rasulullah. Beliau kagum dengan keikhlasan dan kesetiaan pada janji yang mereka ikrarkan.