Dalam perang Badar, kaum Muslimin menawan sejumlah besar orang-orang musyrik. Diantara tawanan tersebut adalah Abu Al-‘Ash bin Ar-Rabi‘, suami Zainab binti Rasulullah. Abu Al-‘Ash dan Zainab memang suami istri. Namun, Islam telah memisahkan mereka, karena Abu Al-‘Ash seorang musyrik.Ketika mengetahui suaminya tertawan, Zainab melepas kalung yang pemberian ibunya, Khadijah, sebagai hadiah pernikahan mereka. Kalung tersebut dikirim ke Rasulullah, sebagai tebusan bagi Abu Al-‘Ash dan tanda kesetiaan kepada sang suami.

Rasulullah mengenali kalung tersebut. Dari situ, beliau menangkap besarnya kesetiaan putrinya, terhadap sang suami. Kemudian beliau bermusyawarah dengan para sahabat, untuk membebaskan Abu Al-‘Ash, dan mengembalikan kalung tadi kepada Zainab. Mereka pun setuju. Abu Al-‘Ash dibebaskan.

Setibanya di Mekkah, Abu Al-‘Ash menyatakan masuk Islam, lalu kembali ke Madinah. Rasulullah pun mempertemukannya kembali dengan Zainab, istrinya yang setia.